Blog of Poetic Adventurer : Words on various topics :Catatan Sang Petualang

“Goresan kata-kata yang tersaji dari perantauan.”

Kennedy dan Obama, Dalam Pertalian Karma

Nov 9, 10:37 AM in English-Section

Senator John F Kennedy gundah. Jack, demikian panggilan akrabnya, menilai lambannya pencairan dana untuk tiket dan beasiswa bagi mahasiswa-mahasiswa asal Kenya untuk bersekolah di Amerika Serikat yang dilakukan oleh Presiden Nixon. Akhirnya, dari yayasan yang dipimpinnya, ia lalu mengucurkan dana dari kantungnya pribadi untuk tiket pesawat para pelajar dari negara Afrika tersebut, agar bisa segera mengecap pendidikan tinggi di Amerika.

Salah satu mahasiswa tersebut bernama Barrack Obama senior, yang merupakan ayah kandung dari presiden Amerika ke-44 yang bernama sama.

Pertalian Sejarah

Tentu bukan suatu kebetulan pula, ketika hampir lebih dari 30 tahun berselang, Barrack Obama, sang anak dari salah satu mahasiswa tersebut, terpilih menjadi Senator. Lebih menarik, meja antik tempat Obama bekerja, adalah bekas meja kerja yang dipakai oleh John F Kennedy. Dalam buku “Dreams from My Father”, Obama menceritakan bahwa inisial JFK, sang mantan presiden, masih melekat jelas di meja kerja tersebut.

JFK dikenang sebagai presiden yang tidak saja memberikan arahan baru bagi negara besar itu, namun juga salah satu presiden yang paling dicintai rakyatnya dan memiliki kharisma. Kharisma yang sampai kini masih mengendap pada nama besar keluarga itu.

Inisiatifnya dalam membentuk “Peace Corps”, sebuah organisasi yang mengirimkan mahasiswa-mahasiswa negara maju tersebut ke negara-negara dunia ketiga untuk memberikan kontribusi kepada pemerintah lokal, diakui adalah salah satu pintu yang membuat rakyat Amerika mengenal negara-negara tetangganya yang masih miskin, terbelakang dan membutuhkan bantuan. Generasi yang terbentuk di masa Peace Corps inilah yang banyak memberikan kontribusi dalam proyek-proyek pengembangan masyarat di negara berkembang.

“Presiden Seperti Ayah”

Kennedy mengusung nilai-nilai persamaan hak sipil dan hubungan yang lebih baik dengan luar negeri. Sebuah nilai yang kini ternyata juga dibawa, dalam nafas yang lebih baru, oleh Barrack Obama.

Caroline Kennedy, putri sang mantan presiden, ketika pertama kali melihat pidato Obama, menukas “Bertahun-tahun saya menunggu presiden dengan kharisma dan nilai seperti yang dibawa ayah saya. Dan saya rasa saya telah menemukannya dalam diri Obama, tidak saja bagi presiden bagi saya sendiri, tapi juga generasi muda Amerika “ tulisnya dalam artikel A President Like My Father di New York Times.

Caroline tidak sendirian. Seluruh dunia kini menantikan kebijakan dan tindakan Barrack Obama, sang presiden terpilih ke-44, dengan kebijakan yang lebih baik. Ada hal-hal yang belum diselesaikan oleh JFK, dan kini dunia berharap agar Obama bisa menyelesaikan dan meneruskannya dengan lebih baik.

Salam,

  1. secara kharisma memang luar biasa kang Jabier. tapi secara kerja kita tunggu dulu.

    jangan terlalu berharap, karena efeknya terhadap Indonesia belum terasa.

    salamhangat.


    bangzenk    Nov 28, 05:23 PM    #

commenting closed for this article

Syekh Puji - Minus Pujian Bung Tomo, Setelah 63 Tahun Itu